Kamis, 18 September 2014

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA




Oleh : Mahfud
Guru SMP Nation Star Academy (NSA) Surabaya

Sistem reproduksi manusia tersusun dari organ – organ reproduksi. Organ reproduksi manusia dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan wanita. Secara umum organ reproduksi pria meliputi : testis, saluran reproduksi, kelenjar reproduksi, dan penis. Sedang organ reproduksi wanita meliputi : ovarium, saluran reproduksi, Uterus (rahim), dan vagina.
A.     Organ Reproduksi Pria
1.        Testis (Buah Pelir)
Merupakan organ utama reproduksi pria yang menghasilkan sperma (sel kelamin jantan), berjumlah sepasang (2 buah), bentuk bulat, terdapat dalam skrotum (kantong testis) yang berada di luar tubuh. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus, yaitu saluran – saluran halus yang berkelok – kelok tempat terjadinya proses pembentukan sel – sel sperma (spermatogenesis), sel – sel Leydig yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron, dan Tunica albuginea, yaitu lapisan pembungkus testis.



Gambar 1 : Struktur Testis
2.        Saluran Reproduksi
a.      Vas Eferens, berfungsi menampung sementara sperma
b.      Vas Epididimis, berfungsi mematangkan sperma
c.       Vas Deferens, berfungsi menyalurkan sperma menuju uretra.
d.      Uretra, menyalurkan sperma menuju saluran akhir reproduksi (penis)
3.        Kelenjar Reproduksi
a.      Vesicula Seminalis , menghasilkan cairan yang menjadi nutrisi bagi sperma.
b.      Kelenjar Prostat, menghasilkan cairan yang memberi suasana basa pada sperma.
c.       Kelenjar Cowpery / Bulbouretra, menghasilkan cairan pelicin dan menambah cairan pada semen.
4.        Penis (Zakar)
Merupakan organ reproduksi pria yang berfungsi sebagai alat kopulasi (sanggama). Untuk memasukkan sperma ke organ reproduksi wanita. Penis terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kepala dan batang. Bagian kepala terdapat kulit yang menutupi disebut : preputium. Kulit ini akan diambil pada saat dikhitan (sunat).


Gambar 2 : Organ Reproduksi Pria
5.      Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma (sel kelamin jantan) pada seorang pria. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus testis. Mula – mula spermatogonium yang berkromosom diploid (2n) membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer yang berkromosom diploid (2n) juga. Selanjutnya spermatosit primer membelah secara meiosis I yang menghasilkan 2 spermatosit sekunder yang berkromosom haploid (n). Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secara meiosis II menjadi spermatid yang berkromosom haploid (n) dan akhirnya sel – sel spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa atau sperma yang berkromosom haploid (n).


Gambar 3 : Spermatogenesis

B.      Organ Reproduksi Wanita
1.      Ovarium (Indung Telur)
Merupakan organ utama reproduksi wanita yang menghasilkan ovum (sel telur). Berjumlah sepasang (2 buah), kiri dan kanan, bentuk bulat, terletak pada rongga perut bagian bawah. Ovarium menghasilkan 2 hormon, yaitu hormon Estrogen dan hormon Progesteron. Peristiwa keluarnya ovum yang matang dari ovarium disebut ovulasi setiap bulan sekali.
2.      Saluran Reproduksi (Oviduk)
Saluran reproduksi wanita ada 2 macam, yaitu ke kiri dan ke kanan dan pada bagian tengah disebut Tuba Fallopii yang berfungsi sebagai tempat fertilisasi (pembuahan), yaitu tempat bertemunya sperma dengan ovum dan bagian ujung disebut Infundibulum (Fimbriae) yang berumbai – rumbai, berfungsi menangkap ovum pada saat ovulasi.
3.      Rahim (uterus)
Rahim atau uterus merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga siap lahir. Dinding rahim mempunyai  banyak pembuluh darah sehingga menebal ketika masa subur dan terjadi kehamilan serta menipis pada saat menstruasi (datang bulan / haid). Dinding rahim terbagi 3 lapisan, yaitu :
a.      Lapisan Parametrium (serosa), merupakan lapisan paling luar yang berhubungan dengan rongga perut.
b.      Lapisan miometrium, merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).
c.       Lapisan Endometrium, merupakan lapisan dalam rahim tempat berkembangnya janin. Pada saat masa subur lapisan ini sangat tebal, namun lapisan ini akan meluruh pada saat menstruasi (datang bulan).
Pada bagian bawah rahim (uterus) agak menyempit yang disebut Serviks (leher rahim). Pada saat ovulasi (masa subur), serviks menghasilkan cairan berlendir (mukus) yang elastis, licin  dan berdinding tebal ,berfungsi membantu sperma untuk mencapai uterus sedang saat persalinan dindingnya akan menipis dan membuka.

4.      Vagina
Merupakan saluran akhir organ reproduksi wanita dan berfungsi sebagai organ kopulasi (sanggama), mengandung banyak lendir  yang dihasilkan kelenjar Bartholin yang berguna pada saat koitus (sanggama) dan mempermudah kelahiran bayi. Pada ujung vagina terdapat selaput tipis yang disebut selaput dara. Pada bagian akhir vagina terdapat vulva yang bagian luarnya ditutupi rambut kemaluan (mons pubis), bibir luar (labia mayora), bibir dalam (labia minora) dan kelentit (klitoris), yaitu saraf yang sangat peka.


Gambar 4 : Organ Reproduksi Wanita
5.      Oogenesis
Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur) di ovarium (indung telur) pada seorang wanita. Oogenesis dimulai dari  Oogonium yang berkromosom diploid (2n) membelah secara mitosis menjadi Oosit primer yang berkromosom diploid (2n). Selanjutnya, Oosit primer membelah secara meiosis I menjadi Oosit sekunder dan Badan kutub ( Polosit I) yang masing – masing berkromosom haploid (n). Kemudian
Oosit sekunder membelah secara meiosis II menjadi Ootid yang berkromosom halpoid (n) dan badan kutub (polosit II) yang berkromosom haploid (n).Sedang Badan kutub (Polosit I) juga membelah secara meiosis II menjadi badan kutub (polosit II). Akhirnya Ootid berdiferensiasi menjadi ovum (sel telur) yang berkromosom haploid (n) dan 3 badan kutup (polosit II) akan mengalami degenerasi (rusak).


Gambar 5 : Oogenesis

6.      Silkus Menstruasi
Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase (tahap), yaitu :
a.      Fase Menstruasi /Haid / Datang bulan ( hari ke - 1 – 6 ) :
Jika ovum tidak dibuahi sperma, maka korpus luteum akan menghentikan produksi hormon Estrogen ( Estradiol ) dan Progesteron yang menyebabkan lepasnya ovum dan meluruhnya lapisan Endometrium dari dinding rahim serta keluar melalui vagina sebagai darah menstruasi.
b.      Fase Pra-ovulasi / Poliferasi (hari ke - 7 – 13) :
Kelenjar Hipofisis ( Pituitaria ) menghasilkan FSH (Folikel Stimulating Hormone) yang memacu pematangan folikel untuk mengeluarkar hormon Estrogen ( Estradiol ). Adanya hormon Estrogen ( Estradiol ) inilah yang menyebabkan pembentukan kembali lapisan Endometrium.Selain itu, Estrogen ( Estradiol ) juga menyebabkan serviks (leher rahim) menghasilkan lendir yang bersifat basa untuk mendukung kehidupan sperma.
c.       Fase Ovulasi / Masa Subur (hari ke – 14) :
Akibat peningkatan kadar Estrogen ( Estradiol ), maka akan menghambat pengeluaran FSH sehingga kelenjar hipofisis menghasilkan LH (Luteinizing Hormone) yang memacu pelepasan Oosit sekunder dari folikel yang disebut : Ovulasi.
d.      Fase Pasca Ovulasi / Luteal (hari ke – 15 – 28) :
Folikel yang telah mengeluarkan Oosit sekunder (Folikel de Graaf) akan mengkerut dan menjadi korpus luteum yang mengeluarkan hormon Progesteron dan sedikit hormon Estrogen. Akibatnya lapisan Endometrium menebal dan siap menerima perlekatan embrio bila terjadi fertilisasi (pembuahan). Namun, jika tidak terjadi fertilisasi, korpus leteum akan berubah menjadi korpus albikans dan selanjutnya dinding rahim (lapisan Endometrium) akan meluruh menjadi darah menstruasi.

Gambar 6 : Grafik Siklus Menstruasi

7.      Pembuahan dan Perkembangan Embrio
Saat terjadi ovulasi, ovum yang matang akan keluar dari ovarium dan ditangkap oleh infundibulum (fimbriae). Bila saat itu ada sperma yang masuk, maka akan terjadi pembuahan (fertilisasi) di tubafallopii sehingga terbentuk zigot. Selanjutnya zigot akan  membelah menjadi embrio dan  melekat di dinding rahim (implantasi). Setelah embrio melekat, akan terbentuk plasenta antara embrio dengan dinding rahim. Fungsi plasenta, antara lain :
a.      Mensuplai sari – sari makanan dan oksigen dari ibu ke janin
b.      Membuang sisa – sisa metabolism dari janin ke ibu
c.       Mencegah masuknya bibit penyakit dan bahan kimia ke tubuh janin
d.      Memberikan sistem kekebalan tubuh (imunitas) dari ibu ke janin


Gambar 7 : Proses Fertilisasi


Secara berurutan proses kehamilan hingga menjelang kelahiran sebagai berikut :
a.      Bulan I : zigot – morula – blastula – gastrula – embrio – bayi. Lambung, otak, jantung, hati, telinga terbentuk dengan berat 0,02 gram dan ukuran 0,4 cm.
b.      Bulan II : lengan, kaki, mata, mulut, bibir terbentuk dengan berat 1 gram dan ukuran 3 cm.
c.       Bulan III : Semua organ tubuh sudah terbentuk, kepala dan anggota badan dapat digerakkan dengan berat 4 gram dan ukuran 8,7 cm.
d.      Bulan IV : janin mulai aktif bergerak  dan dapat dirasakan oleh ibunya dengan berat 100 gram dan ukuran 14 cm.
e.      Bulan V : janin member reaksi terhadap suara keras dengan menendang dan menggeliat.
f.        Bulan VI : janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan kepala memutar ke bawah.
g.      Bulan VII : janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
h.      Bulan VIII : janin beratnya sekitar  3.600 gram dengan ukuran panjang 35 cm.
i.        Bulan IX : janin siap untuk dilahirkan.

Gambar 8 : Perkembangan Janin dalam kandungan
C.      Kelainan Sistem Reproduksi
1.      Gonore (Kencing nanah) adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorhoeae yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual. Gejala pada laki –laki rasa sakit pada saat ereksi dan buang urin, buang urin keluar nanah sedang pada wanita rasa sakit, gatal  dan keputihan pada vagina serta terasa sakit saat buang urin.
2.      Siphilis (Raja Singa) adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual. Gejala timbul luka pada penis, bibir vagina, leher rahim (serviks), selanjutnya menyerang organ lain, seperti otak, pembuluh darah, jantung dan sumsusm tulang belakang.
3.      Keputihan (Piktei) adalah penyakit kelamin yang ditandai dengan keluarnya cairan kental berwarna putih dari vagina. Cairan kental tersebut berbau tak sedap dan mengakibatkan gatal – gatal di daerah vagina. Keputihan dapat terjadi akibat infeksi jamur (fungi), bakteri dan Protozoa.Jenis jamurnya adalah Chlamydia trachomatis disebut Klamidiasis dan jamur jenis Candida albicans disebut Kandidiasis. Jenis bakteri yang menyebabkan keputihan adalah Gardnerella vaginalis dan Pseudomonas vaginalis. Sementara itu, jenis protozoa penyebab keputihan adalah Entamoeba vaginalis dan Trichomonas vaginalis.
4.      Herpes Genetalia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus jenis Herpes simplex yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual. Gejala penyakit ini muncul bintil – bintil berair  yang terasa nyeri disekitar kelamin. Selanjutnya bintil – bintil tersebut akan pecah dan mengering sehingga membekas. Penyakit ini muncul dipicu oleh kondisi stres, menstruasi dan makanan atau minuman yang beralkohol.
5.      Kutil Kelamin adalah penyakit kelamin yang diakibatkan oleh virus jenis Human Papiloma Virus (HPV). Gejala penyakit ini tonjolan seperti jengger ayam di sekitar kelamin. Penyakit ini dapat mengakibatkan kanker leher rahim (serviks) pada wanita dan kanker penis pada pria.
6.      AIDS ( Acquired Immuno Deficiency Syndrome ) adalah penyakit kelamin yang diakibatkan virus jenis Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Gejala penyakit ini, antara lain : berat badan menurun drastis, demam tinggi, kulit iritasi dan gatal, pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, leher, lipatan paha dan timbul bercak – bercak merah pada setiap lipatan tubuh.
Secara umum, penyakit kelamin disebut Penyakit Menular Seksual (PMS). Ada beberapa cara untuk mencegah PMS, antara lain :
a.      Harus berani menolak dengan tegas bila ada yang mengajak berhubungan seks.
b.      Cari informasi sebanyak mungkin tentang resiko tertular PMS.
c.       Lakukan kegiatan yang positif dan edukatif untuk mengisi waktu luang
d.      Mengikuti kegiatan keagamaan untuk pengendalian diri.
e.      Diskusikan dengan keluarga, teman dan guru mengenai hal – hal yang berkaitan dengan perilaku seksual.



SOAL – SOAL  SISTEM REPRODUKSI  PADA  MANUSIA

1.       Tuliskan macam – macam organ reproduksi pada pria !
2.       Sebutkan ciri – ciri testis yang meliputi jumlah, bentuk, dan fungsinya !
3.       Tuliskan macam saluran reproduksi  pada pria beserta fungsinya masing – masing !
4.       Tuliskan pula macam kelenjar reproduksi  pada pria beserta fungsinya masing – masing !
5.       Sebutkan ciri – ciri penis yang meliputi nama lain, fungsi, bagian dan nama bagian yang dikhitan !
6.       Gambarkan proses pembentukan sperma (Spermatogenesis) pada seorang pria !
7.       Sebutkan ciri – ciri ovarium yang meliputi nama lain, jumlah, bentuk, letak, dan fungsinya !
8.       Tuliskan macam saluran reproduksi pada wanita beserta fungsinya masing – masing !
9.       Sebutkan ciri – ciri rahim yang meliputi nama lain, fungsi, macam dinding rahim dan keterangannya  !
10.   Tuliskan ciri – ciri vagina yang meliputi fungsiya, fungsi lendir yang dihasilkan, nama selaput tipis, nama bagian akhir vagina dan nama – nama bagian yang menutupinya !
11.   Gambarkan proses pembentukan  ovum (Oogenesis) pada seorang wanita !
12.   Tuliskan 4 fase siklus menstruasi pada seorang wanita dan berilah penjelasan pada masing – masing fase !
13.   Jelaskan proses terjadi fertilisasi (pembuahan) pada manusia dan terjadi pada bagian mana !
14.   Tuliskan 4 fungsi  plasenta  yang menghubungkan antara embrio dengan ibunya !
15.   Jelaskan proses perkembangan embrio pada kehamilan bulan pertama !
16.   Apa nama bakteri penyebab penyakit kelamin Gonore (Kencing nanah) !
17.   Apa nama penyakit kelamin akibat infeksi bakteri Treponema pallidum dan tuliskan pula gejala – gejalanya !
18.   Tuliskan penyebab penyakit keputihan (piktei) dan sebutkan pula nama ilmiah dari masing – masing penyebab penyakit tersebut  !
19.   Tuliskan nama ilmiah penyebab penyakit herpes genetalia beserta pemicu timbulnya penyakit tersebut !
20.   Tuliskan 5 cara pencegahan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS) pada manusia !

@@@ GOOD  LUCK @@@












1 komentar:

  1. makasih artikelnya admin,,,bermanfaat bagi banyak orang dan mudah di pahami,,di klik jugaArtikel kesehatan terbaru

    BalasHapus